Resensi Pertama di Koran Jakarta

12:14

Jadi dua hari yang lalu-an lah, sore hari yang mendung saya lagi menikmati hari libur kuliah. Iseng nggak ada kerjaan dan saya  diserang kebosanan yang lumayan parah abis media sosial yang saya punya hanya facebook dan twitter dan lagi nggak ada hal yang menarik di dua medsos saya itu, akhirnya seperti hal kurang kerjaan lain yang sering saya lakukan salah satunya adalah mengetik nama saya sendiri pada kolom pencarian goole dan wala~ ada puluhan nama yang serupa yang saya dapatkan hahaha nama saya memang rada pasaran sih, tapi saya tetap bersyukur dan bangga dengan nama yang diberika oleh orang tua saya karena nama saya ini ada aja hoki-nya sendiri :D
Walaupun ada puluhan nama yang sama dan rada-rada serupa dengan nama saya, tapi rada senyum-senyum sendiri saat menemukan nama saya yang emang benar-benar terkait sama diri saya. xD

Dan setelah terus mengklik selanjutnya, tiba-tiba saya menemukan sebuah link yang mengacu pada nama saya, penasaran saya buka dan saya terkejut luar biasa. Ternyata link itu adalah link resensi pada Perada di Koran Jakarta dan nama saya tertera disana. Namun, tunggu dulu, pas saya perhatikan tanggalnya tertulis Jum'at, 21 Maret 2014 artinya sudah dua bulan yang lalu? hah? kok saya nggak tahu ya, soalnya saya memang nggak nerima konfirmasi apa-apa. Jadi saya hanya mengira bahwa nggak dapet konfirmasi apa-apa = ditolak. 

Saya lalu lompat dari tempat tidur dan memberi tahu Ibu saya, "Ma, alhamdulillah resensi aku dimuat di Koran Jakarta!" 
Ibu saya hanya keheranan, saya jelaskan padanya apa yang terjadi. Dan Ibu saya juga turut bahagia dan dengan tersenyum bangga beliau berkata, "tuh kan apa kata mama juga, pasti dimuat. Makannya jangan gampang nyerah kalau gagal terus."

Saya cuma cengegesan, "ya abis kebanyakan gagalnya terus sih." Dan terus ibu saya bilang lagi, "oh iya, emang resensi tuh apaan?" 
#halah gubrak xD
"Ituloh ma, ulasan buku gitu."
"ooooooooh."
Dan kami berdua tertawa bersama di sore mendung yang hangat :D

 FYI, saya itu cukup sering ngeluh ke mama saya hahaha ya Allah, maafkan diri saya ini yang lemah untuk tidak mengeluh. Iya, saya itu orang yang lumayan getol yang namanya ikut lomba penulisan. Dan semuanya GAGAL! Tentu saya kecewa, saya menyadari bahwa kualitas tulisan saya masih kurang baik disana-sini, tapi lagi-lagi Ibu saya selalu membesarkan hati saya, ya, beliau adalah salah satu kekuatan terbesar bagi saya. Dan saya bahagia memiliki beliau sebagai Ibu saya. Walau saya tahu beliau bosen denger ocehan saya dan keluhan saya kalau sedang gagal dalam lomba atau kuis xD
tapi beliau tetap mendengarkan dan kasih masukan buat saya. 

Oh iya sedikit cerita, seinget saya saya kirim resensi novel Pasung Jiwa ke Koran Jakarta Maret, saya lupa apakah maret awal atau akhir. Dan pada saat itu saya memang buta sekali soal resensi yang baik dan benar tapi udah nekat aja kirim ke koran, bunuh diri? jelas! Tapi itu adalah bunuh diri terindah, email saya kirim lalu besoknya saya menerima email balasan yang lumayan pedas dari redaksinya, saya lupa kalimatnya bagaimana hahaha emailnya kehapus xD
Intinya, beliau bilang saya tuh masih muda harusnya banyak belajar, masih banyak salah kata disana-sini, tanda baca juga masih tidak benar. 
Oh, oke, saya lumayan 'tertampar' sih rasanya tapi setelah itu saya coba perbaiki resensi saya. Dan kemudian saya kirim lagi. Tapi nihil balasan, saya berpikir oooh mungkin nggak nyampe atau masuk folder spam atau kehapus akhirnya saya kirim ulang lagi berkali-kali hahahahhaha maafkan saya mas redaksi, mungkin mas-nya cuma bisa geleng-geleng kepala kali ya xD
terus juga entah sejengah apa redaksi saat saya "ngebom" email ke alamat redaksinya, maafkan saya ya mas/pak :")


Tapi tetap NIHIL balasan, saya 'nyerah' akhirnya saya berpersepsi bahwa, "ah, ditolak ini."
Dan jujur rasanya menyakitkan sih hahaha 
saya sampe buat status galau di medsos isinya gini, "lebih mending dapet kritikan pedes sekalian daripada email diabaikan."

Setelah cerita ke ibu saya, akhirnya saya kembali bangkit. Entah kenapa ibu saya malahan jauh lebih yakin daripada saya hahaha kata beliau, "jangan nyerah. Kirim aja terus."
Akhirnya bulan berikutnya saya kirim resensi baru. Dan tetap sama, saya tidak mendapatkan balasan apa-apa. Dan setelahnya saya mau berhenti kirim resensi dulu. 

Sampai akhirnya dua hari yang lalu saya tahu bahwa resensi saya ternyata telah dimuat. Tangan saya gemetar, saat membaca link itu dan mengetahui nama saya tertera disana sebagai peresensi. Ada kebahagiaan dan kebanggan disana. Alhamdulillah, ya Allah :")

Rada nggak percaya, saya googling sana sini cari info tentang korjak. Ternyata menurut beberapa orang yang udah kirim dan resensinya dimuat. Koran Jakarta memang tidak memberi konfirmasi dahulu kalau akan memuat, yah gitu tau-tau ada aja hihi semacam kayak mau kasih kejutan kali ya :))

Terima kasih mas/pak redaksi (atau editor ya?) yang sudah memberikan kesempatan bagi saya, maafkan saya, kalau saya menyebalkan. Mungkin menurut mas/pak nya saya anak muda yang paling menyebalkan kali ya hahaha tapi nggak apa-apa deh, makasih juga kritikan pedasnya, berkat itu semua saya berhasil menelan dan mencernanya untuk bahan pembelajaran saya. 
Ah, intinya jangan berburuk sangka dulu deh, saya jadi dapet pelajaran baru bahwa, "Nggak dapet konfirmasi apa-apa, TIDAK selamanya resensi yang dikirim itu ditolak."
dan "Ditolak BUKAN berarti tulisan kita JELEK. Barangkali tulisan kita HANYA tidak sesuai dengan apa yang sedang dibutuhkan."
Intinya adalah TERUS BERUSAHA dan TERUS BERDOA. TIDAK ADA USAHA YANG SIA-SIA *self noted*

Saya masih nggak nyangka, hobi dan kesukaan saya terhadap dunia menulis dan buku dapat menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi diri saya. Ini baru awal, perjalanan saya masih sangat panjang. Saya akan terus belajar dan belajar. Ah, terima kasih koran jakarta telah memuat resensi pertama saya. Jujur, itu adalah pengalaman pertama saya bahwa tulisan saya  bisa menembus koran ya walaupun itu masih resensi buku. Alhamdulillah :))


Buat yang mau liat resensi saya versi koran jakarta, bisa buka link ini : http://koran-jakarta.com/?8482-menelisik%20jiwa%20yang%20mencari%20kebebasan


You Might Also Like

7 comments

  1. Yahh ..aku paham dengan apa yang kau rasakan. Begitu juga denganku.
    Sebenernya keinginan penulis itu simple, Nulis -> dapet apresiasi dari pembaca, karyanya diakui, dapet royalti, bisa jalan2 keluar negeri, naik haji, bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari sama itu bisa beli mobil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umm, nggak munafik sih kalau sebagai (Insyaallah) penulis kita juga 'butuh' yang namanya apresiasi secara materi juga. Tapi, yang penting sih aku pengen terus nulis, nyari pengalaman, dan tulisanku bisa dinikmati pembaca (dalam bentuk buku) suatu hari nanti. Sebuah mimpi sederhana yang nggak gampang buat diwujudkannya. Syukur-syukur bisa ngasih inspirasi bagi orang lain. :D

      Delete
  2. Haha. ..iya iya. Bener banget, setiap penulis pasti pengen ceritanya dibukukan, jadi bestseller, ngadain seminar, talkshow keliling kota tukar2 ilmu dalam dunia penulisan, dapet pengalaman baru. yahh itu impianku juga. Mari menulis :)

    ReplyDelete
  3. Mbak Mita saya mau tanya, apa kalau dimuat selalu bisa dicek secara online ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo, sepengalaman aku sih, aku selalu ngeceknya online. Jadi sudah dipastikan bisa ya ya, tapi itu untuk resensi, aku nggak tau kalau untuk yang lain. Belum pernah soalnya hehehe. Semoga membantu ya :)

      Delete

Hallo... Terima kasih sudah bersedia mampir di blog saya dan membaca postingan saya. Sempatkan untuk meninggalkan komentar ya, tapi tolong komentarnya jangan yang sekedar "buang komentar" aja padahal konteksnya nggak ada kaitannya sama sekali sama apa yang saya posting. Terserah curhat atau apapun itu, tapi saya akan sangat menghargai kalau kamu komen yang nyambung sama konteks dari apa yang saya tulis.
Oh iya, semua orang dapat mengomentari blog saya ada akun-akun pilihannya jadi kamu nggak perlu lagi buang link di komentar ya, Oke? :))

Semua yang telah komen, sebisa mungkin akan saya kunjungi balik jadi kamu nggak perlu repot-repot lagi bilang "kunjungi balik ya"

Komentar yang masuk akan di moderasi terlebih dahulu, ini saya gunakan untuk menyaring spam. Jadi komentar yang saya anggap layak tentu akan lolos dari proses penyaringan. Terima kasih atas kerjasamanya!

Semoga betah mampir di blog saya :))

Like us on Facebook


PRchecker.info

Subscribe