(Bukan) Hujan Bulan Juni

20:02

                     Ia teringat pada bait puisi milik Sapardi Djoko Damono, “Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni. Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu.” Ia tidak mengerti apa perannya saat ini, apakah ia mempertahankan perannya sebagai protagonis ataukah peran yang ia mainkan berganti menjadi antagonis?

Haruskah ia bahagia atas kebahagiaan yang bukan miliknya?
Haruskah ia bahagia atas kebahagiaan yang tidak untuk dinikmati sendiri olehnya?
Haruskah ia bahagia atas kebahagiaan yang memang bukan untuknya?

          Mungkinkah, semesta tengah bercanda padanya. Sehingga takdir sungguh membebaskan dirinya dengan sebebas-bebasnya. Segala firasat dan keraguan yang selama ini hanya jadi pemanis dalam kisahnya pada akhirnya berbalik menjadi garam dalam kisahnya dan berbuntut pahit pada akhirnya.
Ia sadari, mungkin seharusnya ia lebih tabah dari hujan bulan juni. Selama apapun itu, ia harus tetap merahasiakan apa yang sebenarnya ingin ia teriaki kencang-kencang pada semesta.
                    Betapapun inginnya ia, betapapun lirihnya suara itu terdengar sumbang.
Ada hal lain yang mesti ia sadari selain kembali berpura-pura menjadi seorang dungu yang tak mengerti isyarat ini. Selalu ada yang tertinggal setiap kali musim datang, membawa sesuatu perubahan besar yang bahkan tak ia ketahui sebelumnya.  
Ikhlaskan hujan untuk membasuh perih yang ia rasakan, agar kelak, ia akan selalu mengingat bahwa hujan bulan juni tidak setabah perjuangan yang mestinya telah ia lakukan.
Bertahanlah, segera berharap semoga bulan juni lekas beranjak dan waktu semakin mendewasakan dirinya dan menggantikan perih yang telah ia rasakan menjadi sebuah hadiah terindah yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya.

Catatan ini bukan kisah tentang hujan di bulan juni, hanya sebuah kisah diantara patah, tumbuh, terjatuh dan bangkit. Seperti daun koyak yang dengan ikhlasnya tertiup angin, ia akan jauh lebih baik setelahnya. Semoga. 

You Might Also Like

0 comments

Hallo... Terima kasih sudah bersedia mampir di blog saya dan membaca postingan saya. Sempatkan untuk meninggalkan komentar ya, tapi tolong komentarnya jangan yang sekedar "buang komentar" aja padahal konteksnya nggak ada kaitannya sama sekali sama apa yang saya posting. Terserah curhat atau apapun itu, tapi saya akan sangat menghargai kalau kamu komen yang nyambung sama konteks dari apa yang saya tulis.
Oh iya, semua orang dapat mengomentari blog saya ada akun-akun pilihannya jadi kamu nggak perlu lagi buang link di komentar ya, Oke? :))

Semua yang telah komen, sebisa mungkin akan saya kunjungi balik jadi kamu nggak perlu repot-repot lagi bilang "kunjungi balik ya"

Komentar yang masuk akan di moderasi terlebih dahulu, ini saya gunakan untuk menyaring spam. Jadi komentar yang saya anggap layak tentu akan lolos dari proses penyaringan. Terima kasih atas kerjasamanya!

Semoga betah mampir di blog saya :))

Like us on Facebook


PRchecker.info

Subscribe