Ternyata Dunia Maya (Hanya) Selebar Daun Kelor

19:42



Beberapa kali saya dihadapkan pada suatu kenyataan yang bisa dibilang mencengangkan bagi saya pribadi. Walaupun katanya dunia maya itu adalah dunia tanpa batas yang jangkauannya luas tapi tetap saja bagi saya pribadi dunia maya itu sempit. Antara dunia nyata sama dunia maya aja masih kalah sempit dunia maya daripada dunia nyata. Kenapa saya bisa katakan demikian? Karena ternyata teman dunia maya bisa jadi ternyata satu kota dengan kita? Atau satu sekolah sama kita. Satu kampus dengan kita atau malah satu kelas dengan kita?

Karena pada kenyataannya, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang begitu pesat mendorong manusia masa kini untuk menjamah pelbagai alat komunikasi digital yang ditawarkan. Bahkan hingga sekarang situs jejaring sosial tidak hanya sebatas facebook atau twitter saja. Tapi menjamur juga situs jejaring sosial yang lain semacam path, instagram, dan lain sebagiannya. Hal tersebut dibarengi juga oleh munculnya aplikasi-aplikasi pesan singkat. Mungkin jaman dulu hanya ada YM (Yahoo Messenger), Gtalk (Google Talk) , mIRC. Dan dahulu saat saya SMP lagi booming-boomingnya aplikasi chatting mobile bernama Mxit. Tau ngga? saya tergolong orang yang gaptek dan telat kenal teknologi, loh kok bisa gitu? Iya bisa. Saat semasa SMP dahulu, temen-temen seangkatan saya udah kenal Teknologi Komputer macam mIRC, game online, friendster saya malah nggak ngerti apa-apa. Diajarin pun saya tetep ngga ngerti, duh -_-

Temen-temen saya ke warnet buat ngerjain tugas sambil chattingan atau main game online, saya cuma ngerjain tugas aja sambil lirik temen saya yang asik dengan ‘dunia-nya’. Saya baru kenal friendster aja SMP kelas 3. Baru kenal komputer secara utuh aja baru SMK kelas 1, baru kenal facebook SMK kelas 1. Kelas 2 SMK iseng bikin blog eh baru terjun seriusnya juga baru 3 tahun terakhir (makanya nama blog saya rada alay, karena ini blog hasil iseng semasa dulu yang akhirnya malah jadi blog serius xD) Dari situ sedikit demi sedikit saya mulai kenal dan imbasnya sampai sekarang bisa dibilang saya kecanduan teknologi walau tingkatnya nggak se-ekstrim dulu. Dan saat ini aplikasi yang di tawarkan semakin beragam dari mulai WhatsApp, Line, Kakao Talk, BBM, Dan lain sebagiannya. Dan jujur saja, saya tidak memiliki salah satu diantara aplikasi chatting itu xD

Belum lama ini, dosen sosiologi saya pernah bertanya kepada kami semua sewaktu kelas sosiologi,
“Siapa disini yang nggak punya sama sekali akun jejaring sosial?”

Hampir semuanya menggeleng, karena sebagian besar punya. Walau ada beberapa yang ngangkat tangan bilang ngga punya dengan alasan malas untuk memilikinya. Jaman sekarang malas? Agaknya alasan itu patut di acungi jempol, karena ya, kita liat aja realita sekarang semua orang pasti punya lah akun jejaring sosial walau tingkat kelengkapan yang dimiliki berbeda-beda. Dan kemudian dosen sosiologi saya pun membagi cerita bahwa beliau memiliki suami yang juga nggak terlalu aktif-aktif amat di jejaring sosial. Alasan yang dikemukakan oleh suami dosen sosiologi saya adalah “Buat apa punya semua jejaring sosial kalo toh temen-temen yang kita miliki juga itu-itu aja. Paling dia-dia lagi.” (CATET!)

Spontan satu kelas ketawa dong ya, karena baru pada nyadar kalo di pikir-pikir iya juga kan? Kita punya semua jejaring sosial pun rata-rata temen-temen kita itu lagi-itu lagi. Dulu aja, saya dengan temen sekelas selalu wtw-an (wall-to-wall) di facebook padahal setiap hari kami juga ketemu di Sekolah kan? Hahahaha koplak xD

Jadi, toh pada kenyataannya dunia maya itu hanya selebar daun kelor kan? :D

Kecuali, jika memang kamu pekerja yang memang (diwajibkan) punya relasi yang luas. Nah, saya rasa jejaring sosial akan sangat menguntungkan bagi kamu. Tapi, kalau memang kamu punya jejaring sosial hanya untuk dianggap keren semata dan biar di cap sebagai “anak gaul” atau biar nggak ketinggalan. Hey, dunia maya itu sempit loh. Temen yang kamu miliki di dunia maya bisa aja temennya temen kamu di dunia nyata. Atau ternyata temen dunia maya kamu adalah sodaranya pacar kamu di dunia nyata? Ataupun, pacar yang kamu miliki di dunia nyata eh nggak taunya selingkuhannya temen dunia maya kamu? *nahloh* hahahha

Tapi beberapa waktu yang lalu juga, saya agak kaget, jujur aja. Saya kan kadang suka kepoin segala hal yang berkaitan dengan dunia literasi via twitter, tau nggak apa? Ternyata akun yang saya follow ternyata akun milik kakak tingkat saya di kampus, satu fakultas lagi. Dan sewaktu kampus fiksi roadshow Bogor kemarin kami bertemu di dunia nyata, membicarakan banyak hal. Beberapa kali teman dunia maya yang saya miliki pada akhirnya merangkap jadi teman dunia nyata, sampai ada temen deket saya yang selalu melontarkan pertanyaan heran, “Kok bisa sih, Mit?” setiap kali saya cerita tentang orang yang saya kenal di dunia maya nyatanya saya kenal juga di dunia nyata. Saya cuma bisa menggeleng sambil berkata, “Hehe nggak tahu juga ya, takdir mungkin.”

Intinya, ngga masalah kamu punya bejibun akun jejaring sosial, ya itu hak kamu. Tapi, manfaatkan kemajuan teknologi ini dengan sebaik mungkin. Banyak yang bilang tingkat hubungan sosial antara satu individu dengan individu lain bisa saja nggak se-akrab dulu. Manusia menjadi sama-sama individualis, lebih senang mengobrol dan ketawa dengan handphone daripada mengobrol santai dan tertawa dengan orang.  Perkembangan teknologi itu pesat banget ya, bahkan sekarang-sekarang ini saya malahan semakin malas buat mengikutinya, cape.. karena ya, teknologi selalu “lari” dengan terus dan terus berkembang pada akhirnya kita akan semakin tertinggal karena kita hanya “jalan kaki”.

Kebayang ngga sih jika memang kemajuan teknologi terus dan terus berkembang bukan tidak mungkin abad 21 seperti yang tergambar pada kartun doraemon yang suka saya tonton itu benar-benar terjadi. Abad dimana orang benar-benar sudah terlena dengan kemajuan teknologi, bahkan bisa saja masak mie instant aja udah ngga perlu ngambil air, masukin air ke panci terus nyalain kompor dan lain-lain bisa saja, kita masukan satu bungkus mie ke dalam suatu alat dan tau-tau pas udah keluar udah jadi aja semangkuk mie lengkap dengan topping diatasnya kayak di iklan-iklan gitu. Terus nanti tau-tau bahkan semua pekerjaan kita di kerjakan dengan mudah oleh robot atau tinggal nanti ada suatu alat yang sistem kerjanya hanya dengan intruksi suara kita tinggal bilang, “Semua pekerjaan harus beres.” Langsung deh semuanya beres dikerjakan oleh alat itu. Agak ngga masuk akal sih, tapi bukan tidak mungkin bisa saja terjadi ya kan? :p
Mikirinnya aja serem, gimana beneran terjadi ya? Duh, duh, duh... -___-

Faktanya juga kemajuan teknologi bikin kita semakin malas. Iya, malas untuk berinteraksi dengan orang lain di Dunia nyata karena merasa sudah menemukan kenyamanan tersendiri, seperti punya 'dunianya sendiri', malas untuk mengerjakan tugas (yee itu alesan aja hahhaa -_-), malas untuk bergerak maju karena udah terlalu nyaman sama zona kenyamanan yang ada dan lain sebagiannya. Jadi, bijaksanalah dalam menggunakan media sosial dan memanfaatkan dunia maya yang saat ini ada karena sebaik-baiknya teknologi masih lebih baik otak dan pikiran kita sebagai manusia. Jadi, jangan mau kalah sama teknologi karena teknologi juga hasil pengembangan dari buah pikiran manusia kan?

You Might Also Like

12 comments

  1. Aku sih cenderung mengenal di dunia nyata juga ke dunia mayanya, pernah pas ikut lomba, dan kenalan sama peserta lainnya bilang gini "Eh, Syifa yang di twitter itu kan?" Ya nggak papa sih, jadinya orang inget kalau kita adalah orang yang di twitter yang minta follback biar kenal sama peserta lain :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo syifa, Iya setiap segala sesuatu pasti ada postif dan negatif. Ada kekurangan dan kelebihannya juga.. Tapi, kalau bisa sih ya, harus lebih banyak hal positifnya sih hehe. Terima kasih sudah berkunjung, maaf kemarin2 belum sempat membalas kunjungan karena koneksinya lagi ngajak ribut mulu :D

      Delete
    2. Yap, kalau banyak negatifnya bukan bermanfaat yang ada bikin mudharat.

      Waah, nggak papa Kak, manusia nggak harus selalu ada setiap saat buat mantengin blog, aku juga nggak selamanya berselancar di dunia maya :))

      Delete
  2. Isinya #jleb banget.
    Buat apa punya semua jejaring sosial kalo toh temen-temen yang kita miliki juga itu-itu aja. Paling dia-dia lagi.
    makasih sudah berpartisipasi. Tercatat sebagai peserta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu kata-kata suaminya dosen sosiologi saya, pak :D
      Emang agak jleb sih bagi sebagian besar orang hehe
      Terima Kasih ^ ^

      Delete
  3. Karena dunia maya, aku menemukanmu, Mot :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. *brb puter lagu Akhirnya ku menemukanmu ngahahaha x))

      Ayo dah, tinggal ketemu di dunia nyatanya aja nih kapan ya :'))

      Delete
  4. Nice post :)
    Bener juga sih, temen di dumay emang cuma itu-itu aja -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thankies :3
      Iya banget kan wkwkwk kalo dipikir-pikir ya temen kita juga itu-itu lagi aja di dumay mah :D

      Delete
  5. wow, terasa sempit karena yang dibukanya itu-itu aja
    menurut aku demikian :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena menurutku juga yang selalu kita pake ya sosmed yang itu-itu juga. temennya juga itu-itu aja kan :D

      Delete

Hallo... Terima kasih sudah bersedia mampir di blog saya dan membaca postingan saya. Sempatkan untuk meninggalkan komentar ya, tapi tolong komentarnya jangan yang sekedar "buang komentar" aja padahal konteksnya nggak ada kaitannya sama sekali sama apa yang saya posting. Terserah curhat atau apapun itu, tapi saya akan sangat menghargai kalau kamu komen yang nyambung sama konteks dari apa yang saya tulis.
Oh iya, semua orang dapat mengomentari blog saya ada akun-akun pilihannya jadi kamu nggak perlu lagi buang link di komentar ya, Oke? :))

Semua yang telah komen, sebisa mungkin akan saya kunjungi balik jadi kamu nggak perlu repot-repot lagi bilang "kunjungi balik ya"

Komentar yang masuk akan di moderasi terlebih dahulu, ini saya gunakan untuk menyaring spam. Jadi komentar yang saya anggap layak tentu akan lolos dari proses penyaringan. Terima kasih atas kerjasamanya!

Semoga betah mampir di blog saya :))

Like us on Facebook


PRchecker.info

Subscribe