Tentang Rezeki yang tak pernah tertukar

16:42

Beberapa kali saya mencoba untuk ikutan giveaways dan ternyata (seringnya) gak menang :D lalu hati 'busuk' saya sebagai manusia seringkali merasa 'iri' kenapa saya tidak pernah menang? ucap bathin saya lirih. 

Dan beberapa kali saya selalu cerita ke mama saya, "Ma, kesel.. kenapa ya? Setiap aku ikutan kuis kok mesti gak menang terus"

kemudian mama tersenyum kepada saya sambil berkata, "Ya memang bukan rejekinya kamu kali, kalaupun memang itu rejekinya kamu pasti menang kok." 

Saya hanya menganguk tanda setuju dan berkata dalam hati, "Iya juga sih ya"



Selang beberapa waktu setelahnya saya (masih tetep) coba-coba ikutan nge-kuis, dengan sesuatu hal mendasar yaitu "cuma iseng dan tidak terlalu mengharapkan" dan hasilnya? Alhamdulillah saya menang. Sejak saat itu, saya seperti terhipnotis dan (terlalu) berambisi mengharapkan sesuatu sampai lupa bahwa saya sudah membiarkan perasaan iri dan kesombongan mendatangi saya lagi. Alhasil saya (kembali) tidak menang :D 

Tentu saya kecewa sangat, hadiah yang memang saya ingin-inginkan tak bisa saya dapatkan hihi
Dari situ saya mulai belajar tentang banyak hal,mungkin masih banyak yang saya tidak ketahui atau bahkan saya tanpa sadar 'melupakan' apa inti daripada rasa syukur. Inti daripada bahwa "Rejeki tidak akan pernah tertukar" 

Mungkin, Tuhan melihat saya belum terlalu membutuhkan hadiah itu sehingga bukan saya yang menang. Dan saya kemudian mengerti alasan dibalik menangnya saya tiga minggu yang lalu, tepatnya hari ini saya di hibur oleh kedatangan sebuah hadiah giveaways tiga minggu yang lalu dari seorang blogger bernama Kak Tika, dan saya pun bahagia sekali.. :D




Tuhan memang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, kekecewaan saya seminggu ini di bayarkan oleh sebuah senyum penuh syukur dari hadiah yang juga sudah saya tunggu-tunggu sejak tiga minggu yang lalu itu.. Sebuah Buku lengkap dengan TTD penulis aslinya, Alhamdulillah ^^
Tuhan memberikan saya apa yang saya butuhkan ketimbang apa yang saya inginkan. Jika memang rezekinya saya untuk menang itu berarti semua itu adalah apa yang saya lebih butuhkan bukan yang saya inginkan.. 

Jadi..


"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?"- (Ar-Rahman)


Semoga saja saya dapat belajar lebih banyak tentang bagaimana cara mengendalikan serta menjauhkan diri dari sifat iri hati dan dengki yang dapat menjerumuskan diri saya sendiri ^^ 

Maaf, bukan maksud saya untuk menebar keriyaan tapi semoga dari kejadian ini kita bisa saling mengambill hikmah dan berintropeksi diri masing-masing bahwa sebagai manusia tentu ada banyak hal kekurangan yang harus kita perbaiki. 

Terima Kasih 

Salam 
Mita Oktavia

You Might Also Like

0 comments

Hallo... Terima kasih sudah bersedia mampir di blog saya dan membaca postingan saya. Sempatkan untuk meninggalkan komentar ya, tapi tolong komentarnya jangan yang sekedar "buang komentar" aja padahal konteksnya nggak ada kaitannya sama sekali sama apa yang saya posting. Terserah curhat atau apapun itu, tapi saya akan sangat menghargai kalau kamu komen yang nyambung sama konteks dari apa yang saya tulis.
Oh iya, semua orang dapat mengomentari blog saya ada akun-akun pilihannya jadi kamu nggak perlu lagi buang link di komentar ya, Oke? :))

Semua yang telah komen, sebisa mungkin akan saya kunjungi balik jadi kamu nggak perlu repot-repot lagi bilang "kunjungi balik ya"

Komentar yang masuk akan di moderasi terlebih dahulu, ini saya gunakan untuk menyaring spam. Jadi komentar yang saya anggap layak tentu akan lolos dari proses penyaringan. Terima kasih atas kerjasamanya!

Semoga betah mampir di blog saya :))

Like us on Facebook


PRchecker.info

Subscribe