Pohon Tidak Pernah Membenci Daun

20:19





Suatu pagi di musim gugur, Terdapat sebuah pohon dan satu helai daun yang tertinggal di ranting pohon tersebut. Daun itu mencintai pohon maka ia tidak ingin meninggalkan pohon dan tetap berdiri ditempatnya walau sudah seharusnya ia untuk gugur seperti yang lainnya. Pohon tidak percaya dengan cinta karena baginya cinta hanya untuk mereka yang ingin dibodohi, yang ingin dilukai dan terluka lagi. 

Sang Pohon pun bilang kepada Daun bahwa ia tidak suka membahas melulu soal cintabaginya itu sangat basi. Sang Pohon sudah tidak mempercayai lagi cinta, akhirnya ia terus berusaha menghindari daun—membuat ia membencinya karena bagi pohon akan sangat menyakitkan bila harus melukai daun—yang jelas mencintainya. 

Berbagai cara ia lakukan dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak terlalu membutuhkan cinta didalam hidupnya. Memang benar mungkin pohon terlalu angkuh, sombong, bodoh dan konyol. 


 

Akhirnya daun itu kecewa dan marah serta putus asa dan akhirnya daun jatuh kemudian angin datang menerbangkannya—entah kemana yang pasti jauh...... jauh..... dan jauh sekali dari pohon. Pohon dengan keangkuhannya masih dapat berkata “Aku baik-baik saja. Itu yang terbaik untuknya. Aku bahagia jika ia bahagia.”

Sehari...
Dua hari..
Tiga hari... Pohon masih bisa baik-baik saja tetapi seminggu kemudian Pohon jatuh sakit. Rasanya ia seperti akan mati. Ternyata dia baru sadar jika ia membutuhkan daun bahkan sangat membutuhkan daun sehingga ia tetap merasa hidup. Tanpa daun hidupnya hampa bagaikan mayat hidup. Sekarang, Pohon menyesal sangat menyesal tetapi semua sudah terlambat. Daun telah pergi bersama angin entah kemana.

Mungkin benar jika Pohon yang tak memintanya untuk tinggal sehingga daun jatuh berguguran dan terbang bersama angin.. sebaiknya pohon lebih bisa jujur terhadap hatinya meminta daun untuk tinggal.. tapi mungkin lebih baik jika daun pergi bersama angin.. mungkin daun akan lebih bahagia. siapa yang akan tahu?

dan sejak saat itu Pohon mulai belajar, belajar untuk menghilangkan sifat buruknya dan belajar untuk mengikhlaskan dan juga Pohon yakin, semua itu adalah takdir yang harus ia, daun dan angin jalani.

semoga pohon, daun dan angin dapat menemukan kebahagiaan mereka masing2. 
aamiin :)
 

Credit
Image from this 

You Might Also Like

25 comments

  1. emang harus ikhlas ya... bagus banget kisahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ikhlas memang harus.. tetapi antara teori dan prakteknya lebih agak susah di prakteknya ya :D

      makasih udah mampir ^^

      Delete
  2. kita gag pernah tau apa yang kita miliki hingga kita kehilangan sesuatu tersebut :) keren analoginya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, kadang apa yang kita butuhkan justru tidak terlihat oleh mata hingga kita merasakan kehilangan :)


      makasih udah mampir ^^

      Delete
  3. Replies
    1. hihi makasih ya :)


      makasih udah mampir ^^

      Delete
  4. analoginya bagus antara pohon dan daun :) sayang akar dan kulitnya tak ikut serta ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ya :)
      mungkin lain waktu akan dibuat versi lainnya :D

      dan
      makasih udah mampir ^^

      Delete
  5. :( setelah kehilangan baru deh sadar kalau pernah ada hal yang berharga mengisi hidup, tapi sayangnya kesadaran itu terlambat... itulah penyesalan, datangnya belakangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiks aku aja yang bikin ikutan sedih :'(

      nah iya itulah penyesalan, tapi kalo munculnya di awal namanya antisipasi :p

      hihi

      makasih udah mampir ^^

      Delete
  6. dan alampun mengajarkan kita banyak hal yang sejatinya dekat sekali dalam kehidupan sehari2.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, pelajaran yang sejatinya dapat kita petik hikmahnya :)


      makasih udah mampir ^^

      Delete
  7. ekosistem pun sangat bernilai, karena dari merekalah terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu, alam pun dapat memberikan sebuah inspiratif :)
      makasih udah mampir ^^

      Delete
  8. SEjatinya daun dan pohon dapat saling melengkapi :)
    inspiratif mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, agar mereka menjadi sempurna :)

      makasih udah mampir ^^

      Delete
  9. wah nice post sob,makin nambah ilmu ane.,.
    #commentback

    ReplyDelete
  10. inspirasi dr kisah nyata kah??

    kunjungan pertama..salam kenal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe 90% iya :D

      salam kenal juga :)

      makasih udah mampir ^^

      Delete
  11. Suka sekali... Analogi yang keren juga pemilihan katanya tidak membosankan untuk dibaca... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas apresiasinya ya :)

      dan Makasih udah mampir ^^

      Delete
  12. dari pohon yang tidak membenci daun,,maka daun pun tidak membenci angin

    ReplyDelete

Hallo... Terima kasih sudah bersedia mampir di blog saya dan membaca postingan saya. Sempatkan untuk meninggalkan komentar ya, tapi tolong komentarnya jangan yang sekedar "buang komentar" aja padahal konteksnya nggak ada kaitannya sama sekali sama apa yang saya posting. Terserah curhat atau apapun itu, tapi saya akan sangat menghargai kalau kamu komen yang nyambung sama konteks dari apa yang saya tulis.
Oh iya, semua orang dapat mengomentari blog saya ada akun-akun pilihannya jadi kamu nggak perlu lagi buang link di komentar ya, Oke? :))

Semua yang telah komen, sebisa mungkin akan saya kunjungi balik jadi kamu nggak perlu repot-repot lagi bilang "kunjungi balik ya"

Komentar yang masuk akan di moderasi terlebih dahulu, ini saya gunakan untuk menyaring spam. Jadi komentar yang saya anggap layak tentu akan lolos dari proses penyaringan. Terima kasih atas kerjasamanya!

Semoga betah mampir di blog saya :))

Like us on Facebook


PRchecker.info

Subscribe